PARADIGMA HIDUP SEHAT

Paradigma merupakan cara pandang, pola pikir, cara mensikapi suatu keadaan dalam konteks ini adalah hidup sehat. Paradigma hidup sehat merupakan upaya dari seseorang agar menjadi sehat hidup jasmani dan rohani nya. Paradigma hidup sehat dalam tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan lepas dari disiplin ilmu tertentu.

paradigma hidup sehat

Upaya untuk hidup sehat harus di lakukan dan di bangun dari diri pribadi. Mulai dari lingkunga sekitar lingkup paling kecil misalnya kamar, kamar mandi dan mindset pribadi tersebut. Jika pikiran individu tersebut diaplikasikan kedalam tindakan niscaya kehidupannya cenderung kearah yang menyehatkan. Tindakan nyata yang bisa di lakukan yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayuran daging dan karbohidrat, dengan catatan jumlah yang di konsumsi tidak berlebihan. Karena jika berlebihan akan menjadi bumerang bagi tubuh kita, dapat menjadi racun bagi tubuh.

Hidup sehat juga dapat dilakukan dengan berolah raga, diusahakan 3 kali seminggu secara konsisten atau setiap hari olahraga ringan seperti jogging. Bangun pagi setiap hari merupakan kebiasaan yang baik untuk memulai hidup sehat. Biasakan untuk olahraga teratur dan jaga kondisi tubuh agar tidak gemuk dengan cara bergerak tiap hari dengan olah raga atau jalan kaki. Jika karbohidrat menumpuk tidak digunakan maka akan berakibat pada kegemukan yang cenderung tidak sehat. Demikian pendapat saya tentang paragidma hidup sehat semoga menginspirasi.

Pelajaran Berharga Dari Seorang Nenek

Sebuah Pelajaran dapat kita petik dari mana saja, baik di sekolah, di rumah, di jalan dan di manapun kita berada. Pelajaran berharga membutuhkan pemahaman dan penghayatan dari hati dan otak sekaligus pikiran kita. Bayangkan jika suatu masalah yang kita hadapi tidak menggunakan pikiran dan hati kita, maka tidak akan menjadi hikmah dari suatu masalah tersebut.

nenek sehat
ilustrasi

Kemarin sore (28/02/2012) di depan parkiran ada seorang Nenek yang sudah tua renta, kalau saya perkirakan sudah berumur lebih dari 65 tahun. Beliau datang kepada saya yang kebetulan mau naik sepeda bersama teman saya (saya di bonceng). Beliau menawarkan dagangannya berupa lemet atau rukuk-rukuk jajan khas daerah yang terbuat dari adonan ketan di tengahnya ada kelapa yang sudah di parut dan rasanya manis. Penampilan nenek ini alakadarnya dengan memakai jilbab yang sudah lusuh dan baju yan kumel. "mas, mboten mundhut jajan kulo, niki tasik kathah mas" dengan senyum yang dibuat semanis-manisnya. (mas, maukah membeli jajan saya, ini masih banyak mas). Pikiran saya langsung bekerja sinkron dengan hati saya, dalam hati berkata, nenek hebat dan tidak pantang menyerah. Walaupun sudah tua renta tapi beliau berusaha dengan tidak menjadi "peminta" seperti kebanyakan orang yang sudah tua lainnya.

Seorang nenek yang super hebat, dia tidak menggadaikan harga dirinya dengan meminta-minta di pinggir jalan atau duduk manis di depan mall mengharapkan belas kasihan dari orang yang lewat. Harga diri memang menjadi prinsip nenek itu, karena dia masih mau berusaha walaupun dengan kondisi yang sudah tua, apalagi beliau seorang wanita. Beliau juga membawa payung untuk berjaga-jaga jika hujan turun sewaktu-waktu.

Semoga beliau di beri kesehatan dan kekuatan fisik untuk berjualan terus dan dilapangkan rejekinya. Terima kasih nek engkau telah memberi pelajaran berharga tentang arti sebuah harga diri dan perjuangan tanpa kenal lelah.

Usaha Boleh Sama Rezeki Tetap Beda

Usaha boleh sama rezeki tetap beda, karena sudah ada yang mengatur yaitu Yang Maha Pemberi Rezeki. Saya tertarik menuliskan ini karena banyak fenomena kehidupan sekarang yang serba ruwet dalam menjalani teks kehidupan ini. Rezeki memang ada yang mengatur, tetapi kita tidak boleh menjadikan dalil itu sampai kiamat. Sampai kapanpun jika kita tidak mencarinya, maka tidak akan pernah mendapatkan hasil (rezeki). Bergeraklah untuk mendekatkan rezeki, artinya kita tidak boleh berpangku tangan berleha-leha terus ada uang didepan kita.


Seorang pedagang daging ayam dipasar sedang menikmati kejayaannya. Banyak pembeli langganan beliau tiap hari membeli pada beliau, tukang sayur keliling, pengusaha katering dan penjual nasi di warung. Suatu saat ada pedagang daging ayam baru menempati deretan tempat beliau berdagang, bahkan hanya selisih 5 toko saja. Beliau tidak menanggapi hal ini sebagai sebuah saingan dalam berdagang, karena semua orang berhak berdagang dengan persaingan yang sehat.

Usaha boleh sama tapi rezeki tetap berbeda itulah prinsip beliau dalam berdagang. Selama tiga bulan pedagang daging ayam baru belum bisa menyaingi penjualan dari beliau. Meskipun ada pilihan baru bagi para pembeli untuk membeli daging ayam, tapi para pelanggan beliau tetap tidak mau berpindah membeli daging ayam. Mungkin karena keramahan beliau atau beliau sering bersodaqoh sehingga di beri rezeki yang melimpah oleh Allah SWT.

Silakan sobat-sobat berusaha mencari rezeki di jalan yang "benar" sehingga menjadi barokah dan halalan toyyiba. Usaha apa saja yang penting halal tidak peduli malu pada saingan atau dicemooh tetangga kita. Sekali lagi, usaha boleh sama tetapi rezeki tetap berbeda.

Trending Topic Minggu Ini

 
▲ TOPO ▲